SOSIALISASI DANA ALOKASI KHUSUS PROVINSI JAWA BARAT

Bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat ruang bidang Pendanaan Pembangunan (24/05), rapat sosialisasi Dana Alokasi Khusus dibuka oleh Kabid Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Jawa Barat, hadir sebagai narasumber Bapak Wariki Sutikno direktur Otonomi Daerah Bappenas dan Bapak Ubay kasubid DAK dari Kementrian Keuangan RI, dihadiri pula oleh Bappeda 26 Kabupaten/kota se provinsi Jawa Barat. Dalam sambutannya Kabid Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Jawa Barat menyampaikan tujuan DAK membantu daerah tertentu untuk mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat, dan untuk mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional.

Kabid Statistik Pelaporan dan Pendanaan Pembangunan, Hj. Sumartini, S.Sos,M.Ap, menyampaikan laporan Dana Alokasi Khusus Kota Bogor Tahun 2012, dan berpesan agar seluruh SKPD se Kota Bogor yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus untuk memperhatikan Sumber Dana dalam kegiatannya dan berkoordinasi dengan BPKAD, karna Dana Alokasi Khusus tidak diberikan secara langsung melainkan bertahap.
 
Prinsip-prinsip DAK yaitu kegiatan yang akan didanai DAK dimuat dalam RKP sebagai prioritas nasional, kegiatan yang didanai bersifat fisik dan merupakan kewenangan daerah, kegiatan dan alokasi DAK dibahas dengan DPR RI dan disahkan dalam UU APBN, pengalokasian DAK menggunakan formula indeks dari tiga kriteria, yaitu kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis, sehingga dimungkinkan tidak semua daerah bisa mendapatkan DAK untuk semua bidang, DAK masuk APBD dan disalurkan dari Kas Negara ke Kas Daerah, daerah wajib menyediakan dana pendamping minimal 10% dari besaran dak yang diterimanya juga untuk fisik.
 
Tahapan Perencanaan dan Pengalokasian DAK, Usulan Pagu DAK, Penetapan Program dan kegiatan DAK, Perhitungan Alokasi DAK, Penetapan Alokasi, Penggunaan dan Penganggaran DAK dan
Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan DAK. (crta)